Usaha Lempok Pisang Desa Teluk Muda Mampu Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19

img

UMKM yang mampu bertahan ditengah pandemi Covid-19.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TENGGARONG- Ditengah pandemi Covid-19 belum berakhir, sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kutai Kartanegara banyak yang masih eksis bertahan, salah satunya adalah pembuat jajanan khas Kecamatan Kenohan, tepatnya di Desa Teluk Muda.

Usaha jajanan Lempok Pisang diwilayah tersebut hingga kini masih tetap bertahan.

Slamet pelaku usaha Lempok Pisang Desa Teluk Muda Kecamatan Kenohan, mengaku sudah menggeluti usaha itu sejak tahun  2006 silam. Selama menjalani usaha, banyak suka dan dukanya, apalagi saat ini ditengah pandemi, tentu sangat terasa dampaknya.

”Tapi alhamdulillah, proses produksi sampai sekarang tetap berjalan,” katanya.

Dia pun menjelaskan proses pembuatan jajanan lempok pisang. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, pisang yang diperlukan yaitu pisang awak yang sudah matang, kemudian diperam selama seminggu, lalu dikupas dan dipanggang selama 2 hari.

"Dipanggang pakai bara dan harus stabil baranya" sebutnya.

Dalam sehari, Slamet dan keluarhanya bisa memproduksi sekitar 120 sisir pisang awak, dari 120 tersebut apabila sudah diolah bisa menjadi sekitar 30 Kg.

Jajanan pisang lempok itu dipasarnya untuk sementara di Kecamatan Kota Bangun, Tenggarong, hingga Kota Samarinda.

"Pemesanan bisa melalui via Whatsaap : 082155034704. Varian lempok pisang ada 2 macam, ada yang berat 500 gram dengan harga Rp. 20 ribu, dan berat 900 gram dengan harga Rp. 35 ribu" jelasnya.

Ia mengaku, kendala yang dirasakan saat ini adalah kesulitan mencari bahan baku yaitu pisang awak, hal itu disebabkan karena pisang terkena virus atau hama, sehingga sulitnya bahan baku.

"Petani pisang disini lumayan banyak, ya itu kendalanya kena virus, sekali atau dua kali petik saja sudah habis pisangnya" katanya.

Harapannya kepada pemerintah desa maupun Dinas terkait bisa menemukan solusinya, paling tidak pembasmi virus, agar pisang awak mudah didapat.(*riz/adv)